.

CARA MEMILIH BISNIS WARALABA ATAU FRANCHISE



MEMILIH BISNIS
WARALABA / FRANCHISE

MARI, KITA ULAS SECARA SINGKAT PENGERTIAN BISNIS WARALABA:

WARALABA / FRANCHISE adalah Semacam Bisnis yang menggunakan sistem yang baku artinya tehnik implementasinya lebih sistematis baik dari sisi sarana, brand, Pelaku usaha serta Metode Pemasaranya.

Investasi yang dibutuhkan lebih besar, Persyaratan legal Formal lebih Detail, Membutuhkan Perhitungan-perhitungan lebih matang serta Resiko Bisnis lebih besar.

Dibutuhkan Ketelitian ekstra dalam menentukan jenis waralaba. Juga Riset / Penelitian yang sangat mendalam serta hati-hati.

PEWARALABA / FRANCHISE : Perusahaan yang memberika usaha dgn sistem baku, menyewakan Brand, tempat, produk, sistem Pemasaranya dll.

TERWARALABA / FRANCHISOR : adalah orang / pengusaha yang bergabung dengan Perusahaan yang memberikan layanan Sistem lebih Baku. dimana, terwaralaba tsb bisa menjalankan bisnis usahanya dengan persiapan lebih mudah, baik dari sisi tempat, merk, Brand, Produk, Pemasara serta Pengelolaah sdm nya.


CONTOH BISNIS WARALABA YG TELAH SUKSES DI PASARAN:
  • CFC
  • Es Teller 77
  • Bakmi Jawa
  • Ayam Goreng Mbok Berek-Ny.Umi
  • Ayam Goreng Wong Solo
  • PRIMAGAMA
  • Balon Udara
  • ILP
  • LP3i
  • LPIA
  • Indomaret
  • Alfamaret
  • dan masih banyak lagi lainya...
LANHKAH-2 YANG HARUS ANDA PERHATIKAN:
  • Analisis Trend
  • Kenali Kekuatan
  • Prospek dan Penerimaan
  • Teliti Proposal
  • Proyeksi Profit / Keuntugan
  • Tenaga Kerja
  • Keuangan dan Dukungan
  • Lokasi Usaha
  • Popularitas Tokoh / Brand
  • Kunjungi Kantor
PENJELASAN :

Analisis Trend :
Pertimbangkan apakah jenis waralaba yang hendak Anda beli sedang Nge-Trend di pasar atau paling tidak masih mempunyai prospek berkembang lebih jauh.

Lakukan analisis apakah waralaba itu mempunyai potensi:
  • Menciptakan trend baru
  • Mengembangkan pasar lebih luas
  • Masih mampu bertahan seandainya kondisi perekonomian secara makro mengalami   penurunan.

Roda ekonomi akan berjalan seiring oleh berkembangnya akitifitas konsumsi masyarakat.
Jenis waralaba makanan dan jasa pendidikan relatif stabil dan tahan banting oleh benturan krisis ekonomi.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa masyarakat kita sebagian besar pencinta segala jenis makanan, sehingga bisnis makanan besar sekali peluangnya.

Bisnis jasa pendidikan juga bagus. Misalnya kursus-kursus ketrampilan, bimbingan tes begitu diminati sebagai pendukung pendidikan formal. Sampai-sampai bisnis ini merambah ke daerah-daerah dan kota-kota kecil dengan sasaran kaum menengah ke bawah.


Mengenal Kekuatan:
Sejak awal Anda harus bisa memetakkan tujuan bisnis didasarkan atas kemampuan keuangan Anda sebagai pijakan memilih. Temukan waralaba yang prospektif. Disarankan untuk menyesuaikan pilihan dengan minat bisnis utama serta kekuatan permodalan yang Anda miliki.

Mengingat bisnis ini sifatnya jangka panjang dengan resiko permodalan nya lebih besar dibandingkan bisnis rumahan lainnya.

Pilihlah Bisnis yang paling anda sukai. Jika Anda belum tahu benar bisnis ini, sebaiknya:
  • Konsultasikan dulu dengan ahlinya (konsultan waralaba, penasihat hukum dan akuntan).
  • Cari dan Temukan Orang yang berpengalaman menjalankan bisnis ini .
  • Hindari menggunakan jasa BROKER. Karena ada broker tertentu yang punya targer menggiring anda agar bersedia bergabung.
  • Biasanya mereka lebih berfikir dari sisi kepentingannya sendiri untuk mendapatkan komisi atas bergabungnya Anda.
     
PROSPEK DAN PENERIMAAN:
Kini saatnya meneliti prospek jenis produk dan tingkat penerimaannya, apakah produk atau jasa waralaba tersebut diterima masyarakat dan mempunyai possitioning yang bagus. Produk-produk baru memang selalu menarik, namun tetap harus lulus uji penerimaan masyarakat.

Cara mendeteksi tingkat penerimaan masyarakat bisa melalui:
Angka-angka penjualan,
Membandingkan dengan pencapaian penjualan produk-produk sejenis (kompetitor).
Naiknya Permintaan dari Konsumen Online dll

Kajilah dengan seksama aturan-aturan yang menyangkut penetapan harga. Pastikan mendapat dukunga serta Persediaan kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus disediakan pewaralaba tersebut bisa Anda dapatkan dengan harga terjangkau serta melalui sistem administrasi yang praktis dan cepat.

DARI SISI LEGALITAS:
Pastikan bahwa merek atau desain produk tersebut terlindungi oleh hukum. Jangan sampai Anda memilih waralaba yang sedang menghadapi masalah sengketa merek atau soal property right lainnya.

Apabila Jenis Produk berjenis Food (makanan) pastikan benar-benar bersertifikat Halal, sehat (lulus uji dari POM)dan terjaga Kwalitasnya.

MENELITI PROPOSAL:
Waralaba berkualitas harus menyediakan sebuah rencana bisnis (disclosure) yang menyeluruh ditambah dokumen-dokumen pendukung lainnya karena hal ini merupakan kewajiban dari Pewaralaba. Informasi yang disediakan diantaranya menyangkut:
a. Profil waralaba
b. Latar belakang bisnisnya
c. Prinsipalnya
d. Produk dan jasa yang ditawarkan
e. Jangka waktu waralaba
f. Peluang bisnis
g. Ketentuan lokasi
h. Hak dan tanggung jawab masing-masing pihak
i. Biaya pendaftaran
j. Modal awal
k. Royalti
l. Biaya iklan
m. Biaya peralatan awal
n. Program dan materi pelatihan
o. Program iklan, dll

Perlu juga mengeksplorasi lebih jauh menyangkut latar belakang sbb:
* Mendapatkan Info Hal Status Pewaralaba.
* Apakah mereka sedang berpekara dengan pihak lain menyangkut bisnisnya (jika iya, apa penyebabnya?).
* Berapa lama mereka ada di bisnis ini,
* Bagaimana stabilitas keuangan perusahaanya,
*Berapa unit (terwaralaba) dibawah kendali operasinya.
* Berapa rata-rata angka pertumbuhan mereka,
* Berapa yang masih beroperasi,
* Berapa yang gagal dan mengapa mereka gagal,
* Detail ketentuan kontrak perjanjiannya,
* Apakah mendapat izin usaha dari Direktur bina usaha dan pendaftaran perusahaan (deperindag).
* Apakah terdaftar di asosiasi Franchise dan juga (Kadin).

CATATAN:
Izin lembaga berwenang menentukan aspek legalitas, sedangkan keanggotaan dalam asosiasi lebih kepada menyiratkan kesungguhan mereka berbisnis.

Asosiasi yang baik umumnya menetapkan standar dan kualitas tertentu bagi anggotanya. Ditambah memiliki kode etik yang melindungi kepentingan anggota sekaligus bertanggung jawab kepada konsumen atau masyarakat umumnya.

PROYEKSI KEUNTUNGAN:
Hindari memilih waralaba yang terlalu kecil proyeksi keuntungannya (marginal income). Waspadai dengan janji-janji yang menggiurkan dari pewaralaba yang kebanyakan palsu. Misalnya iklan-iklan bisnis rumahan (contoh: Work Out of Your Home! Get rich Quick from Home, dll) yang mana iklan-iklan ini tidak sebanding dengan kenyataannya.

Beberapa diantaranya malah mirip program skema piramid atau penggandaan uang yang dilarang di hampir semua negara.

Disarankan Anda memilih waralaba yang sah dan benar-benar bisnis retail.

CONTOH RUMUS:
Untuk memproyeksikan keuntungan waralaba:

GS - E= C

Keterangan:
GS : adalah proyeksi gross sales dalam setahun.
E    : adalah Expendces yang dikeluarkan dalam setahun.
C    : adalah cashflow.

Pertimbangan banyaknya komponen biaya operasional dan pengeluaran lain dalam menentukan nilai expendces. Hindari memilih waralaba dengan perbandingan seperti ini:

Total investasi 10-20jt untuk menghasilkan keuntungan 15-20 jt dalam jangka waktu yang ditargetkan.
Anda harus bisa menyusun proyeksi sendiri. Setiap pewaralaba yang ter sistematisasi biasanya mampu menyediakan informasi tentang : Network anggotanya yang sudah beroperasi.
Diharapkan Anda bisa menggali informasi dari mereka untuk keperluan proyeksi hasil. Hal ini juga penting untuk mengevaluasi prospek waralaba Anda.



Sumber: Redaksi Topiklanku